Daftar Online
Trading Platform Terbaik

Satu akun untuk semua produk Saham & Reksadana

Fee Transaksi Termurah & Tidak perlu membuka akun khusus untuk membeli reksadana

Register Now
Feature Unggulan HOTS

Home Online Trading System

Merupakan aplikasi online trading saham unggulan bagi nasabah Mirae Asset Sekuritas. Terdapat banyak menu yang membantu pengguna dalam bertransaksi saham. HOTS merupakan pendamping terbaik (user friendly)

Read Now

Feature Online Trading

  • Automatic order - Take Profit, Cutloss & Breakout.

  • Search Stock - Menemukan saham dengan formula tertentu.

  • Mutlichart - Grafik dengan indikator teknikal dan signal.

  • EZ-Foreign - Memantau asing jual beli.

  • Power Alarm - Alarm otomatis sesuai yang telah ditentukan.
    dan lain-lain

Stock News & Analysis

Garis Trend dan Fase Trend dalam Teknikal Analisis

TREND dalam teknikal analisis  ???

Trend terbagi atas UPTREND, DOWNTREND, SIDEWAYS

Trend merupakan faktor salah satu kunci dari technical analysis. Seperti sering didengar sebuah pepatah “Trend is your friend” atau “Neverfight the trend”. Selanjutnya Trend juga menjadi salah satu dari tiga butir pemikiran dasar dalam technical analysis yaitu “Prices move in trends” bisa disederhanakan seperti kecenderungan arah pergerakan harga pada suatu pasar.

Namun pergerakan arah tentu tidak selalu bergerak “naik terus-menerus” begitupun sebaliknya “turun terus-menerus” , bentuk naik-turun berulang kali tersebut menjadi bentuk seperti zigzag.
Dalam pola Uptrend untuk puncak dan dasar yang terbentuk bergerak semakin tinggi, pada pola Downtrend puncak dan dasar yang terbentuk bergerak semakin rendah, sedangkan pola Sideways puncak dan dasar terbentuk hampir sama.

Garis Trend

Garis trend biasa disebut Trendline  sebagai alat bantu panduan untuk menunjukan pergerakan. Trendline  dibentuk dari garis yang menghubungkan titik-titik tertentu pada riwayat pergerakan harga dalam sebuah charts.

Dalam menarik garis sebuah trendline diperlukan minimal dua titik penghubung. Akan tetapi garis trend tersebut dapat disebut bersifat sementara (tentative) karena dibutuhkan ujicoba titik berikutnya untuk menjadikan trendline tersebut sah (valid). Pengujian trendline dapat dinyatakan kuat bila semakin sering diuji secara umum tiga kali.
Cara Menggambar Garis Uptrend

Trend atau uptrending charts ialah dengan menarik garis dengan menghubungkan titik-titik nilai harga terendah pada lembah-lembah yang terbentuk (lihat slide berikut). Garis tersebut akan membentuk pola uptrend akan diuji dengan istilah sebagai Up-trendline.


Cara Menggambar Garis Downtrend

Menarik garis trendline pada downtrending charts ialah dengan menghubungkan titik-titik nilai harga tertinggi yang terbentuk puncak (lihat slide berikut). Garis tersebut akan membentuk pola Downtrend akan diuji dengan istilah Down-trendline.

Cara Menggambar Garis Sideways 

Untuk menarik garis trendline pada Sideways charts ialah dengan menghubungkan titik-titik nilai harga tertinggi yang terbentuk dari harga puncak sebagai garis atas, serta begitu juga menghubungkan titik-titik harga terendah yang terbentuk dari harga bawah sebagai garis bawah  (lihat slide berikut). Garis tersebut akan membentuk pola Sideways akan diuji dengan istilah Sideway-trendline.

Menentukan Up-trendline dan Down-trendline

Dalam menentukan up-trending charts secara umum disarankan level puncak terakhir sebagai resisten dapat dilewati terlebih dahulu, untuk dapat menarik garis up-trendline

Bisa juga menggunakan cara 50% jarak vertikal titik level tertinggi sebagai resisten terlampaui agar dapat digunakan untuk menarik garis trendline

Begitupun untuk down-trending charts disarankan level terendah terakhir sebagai support dapat dilewati dahulu, agar dapat menarik garis downd-trendline

Bisa juga menggunakan cara 50% jarak vertikal titik level terendah sebagai support terlampaui agar dapat digunakan untuk menarik garis trendline.

Pasar Memiliki 3(Tiga) Trend

1. Trend Primer/major => Jangka waktu lebih dari satu tahun, bahkan mungkin bertahan hingga beberapa tahun.

2. Trend Sekunder => Merupakan koreksi atas Trend Primer dan biasanya berlangsung selama 3(tiga) minggu hingga 3(tiga) bulan.

3. Trend Minor => Koreksi jangka pendek umumnya jangka waktu kurang dari 3(tiga) minggu.

TREND


Didalam sebuah trend, Trend Memiliki 3(Tiga) Fase :

1. Tahap Akumulasi => Para pelaku pasar mulai berinvestasi secara bertahap untuk mengumpulkan berbagai macam saham-saham yang menjadi pilihan. Selain mencari berbagai macam sumber informasi yang lengkap untuk mengetahui pergerakan pasar.

2. Tahap Partisipasi => Setelah kecenderungan terbentuk, maka pelaku pasar mulai menilai adanya kesempatan dan peluang untuk berinvestasi dengan cara berpartisipasi dalam berbagai bentuk perilaku. Seperti adanya berita, analisis, suatu penilaian, prediksi harga dan harga saham mulai menguat, serta berita mulai membaik.

3. Tahap Distribusi => Saat saham-saham  mulai didistribusikan dalam bentuk jual-beli. Pada saat ini para investor sudah akumulasi sejak awal (ketika bear market mendekati bottom) mulai melakukan ‘distribusi’ menjual sahamnya secara bertahap, sebelum orang lain melakukannya, dan begitu seterusnya.


pembahasan lebih lanjut mengenai trend akan kita bahas di artikel selanjutnya. Silakan KLIK NEXT
 

Ikuti Seminar pendidikan investasi Mirae Asset Sekuritas Indonesia hanya dengan membuka rekening saham/reksadana Mirae Asset Sekuritas Indonesia (gratis), Mari berinvestasi !!!

Pembukaan Rekening Saham Mirae Asset Sekuritas & Reksadana NAVI Mirae (GRATIS). 
silakan hub :

Mobile
 +6285218797877
 (WhatApps, Call, Sms)


 



Teknikal analisis ? begini prinsip dasar teknikal analisis...



Perbedaan trading dan investasi !!!



Dasar-dasar Teknikal Analisis?

Analisis Teknikal merupakan salah satu alat bantu utama dalam aktivitas trading.
Trading adalah sebuah aktivitas memperjualbelikan instrumen investasi dalam waktu yang singkat. Aktivitas trading merupakan aktivitas berdagang yang dapat memberikan keuntungan dalam rentang waktu yang pendek, dalam melakukan trading diperlukan ketelitian dalam memilih instrumen investasi.

Beda Trading dengan Investasi yaitu aktivitas memperdagangkan instrumen investasi dalam jangka waktu singkat. Rentang waktu dalam trading, bisa dalam hitungan hari, jam, menit bahkan detik. Hal ini yang menjadi berbeda dengan investasi yang memiliki jangka waktu yang lama.

Pada tabel diatas terlihat jelas perbedaannya, aktivitas trading sangat berbeda dengan berinvestasi, maka sangat perlu pengetahuan analisa harga. Untuk dapat memprediksi pergerakan harga dalam jangka pendek, trading sendiri dilakukan dalam rentang waktu yang singkat maka kebutuhan tersebut dapat diatasi dengan analisis teknikal.  

Apa itu Teknikal Analisis?

Analisis teknikal adalah suatu pendekatan analisa harga yang mempelajari aktivitas pasar dengan menggunakan data-data historis harga, termasuk grafik harga, yang telah terjadi di masa lalu, untuk memprediksi dan mengantisipasi pergerakan harga yang akan datang.
Dalam hal ini tentunya analis teknikal harus mempunyai data dan grafik harga. Data-data historis yang digunakan dalam Analisa teknikal antara lain seperti informasi harga pembukaan, penutupan, tertinggi, terendah, serta volume perdagangan.

Prinsip-Prinsip Dasar TA 

1. The Averages Discount Everything 
(Indeks/pasar memperhitungkan segalanya)
Kita tidak perlu lagi memformulasikan berbagai macam data seperti yang dilakukan oleh para ahli statistik. Jakarta Composite Index memperhitungkan semua seperti total jumlah dan kecenderungan seluruh transaksi di pasar modal, baik yang berkaitan dengan segala hal yang sudah lampau maupun yang saat ini sedang berlangsung, serta dapat langsung diaplikasikan untuk memperhitungkan masa depan.

2. Price Move in Trend
Asumsi yang mendasarinya adalah bahwa pergerakan harga tidak bergerak secara acak. Pergerakan harga pasar berlangsung dalam satu pola (trend) tertentu dan akan terus berlangsung sampai ada tanda-tanda perubahan pergerakan. Arah trend yang dimaksud yaitu trend naik, turun dan mendatar (sideways).

Penentuan Trend

Trend terbagi atas uptrend, downtrend dan sideways. Penentuan trend dapat dilakukan dengan menghubungkan garis dari harga tertinggi dan harga terendah lalu membuat channel dari garis trend  tersebut, Didalam satu uptrend atau downtrend selalu ada batas bawah dan batas atas serta titik perkiraan akan berakhirnya trend berdasarkan lebar titik trend berbanding dengan batas atas dan batas bawah. Trend sideways walaupun mempunyai batas bawah dan batas atas akan sulit diperkirakan kapan akan berakhirnya trend ini. 

pembahasan lebih lanjut mengenai trend akan kita bahas di artikel selanjutnya. Silakan KLIK NEXT
 

Ikuti Seminar pendidikan investasi Mirae Asset Sekuritas Indonesia hanya dengan membuka rekening saham/reksadana Mirae Asset Sekuritas Indonesia (gratis), Mari berinvestasi !!!

Pembukaan Rekening Saham & Reksadana (GRATIS). 
Opening Account Mirae Asset Sekuritas [KLIK DISINI]

atau

Mobile
 +6285218797877
 (WhatApps, Call, Sms)


 

MUDAH & SIMPLE 10 MENIT KUASAI ANALISA FUNDAMENTAL – TOP DOWN TEORY MAKRO MIKRO ANALISA LAPORAN KEUANGAN EPS PER ROE ROA DER


Analisa Fundamental adalah metode analisis untuk menilai suatu perusahaan dengan melihat kondisi eksternal dan internal, sebuah  perusahaan. dari faktor ekonomi makro seperti kondisi ekonomi dan kondisi industri hingga faktor ekonomi mikro seperti efektivitas manajemen perusahaan. Analisis fundamental biasanya dilakukan dari perspektif makro ke mikro yang meliputi secara keseluruhan, keadaan ekonomi dan kekuatan industry untuk mengidentifikasi saham yang tidak dihargai dengan benar oleh pasar. sebelum berkonsentrasi pada kinerja masing-masing perusahaan. 

Tujuan Analisa Fundamental, Cara Kerja Analisa Fundamental, Top Down Approach, MAKRO, MIKRO, Apa itu Laporan Keuangan?, Laporan posisi keuangan atau neraca, Laporan laba rugi, Laporan Arus Kas, Fungsi Laporan Keuangan, EPS atau Earning per share, Price Earning Ratio atau PER, Book value (BV), Price Book Value (PBV), Debt to Equity Ratio  (DER), Return On Equity (ROE), 

Belajar cepat Analisa fundamental silkan tonton videonya di youtube CHANEL TENTANG SAHAM by ANALISAKU.COM  link : https://youtu.be/weHspl0QeuY

Bollinger Bands : Indokator pengukur volatilitas dan arah tren pergerakan harga

 Apa itu indikator Bollinger Bands?

Bollinger bands merupakan indikator yang dibuat dari dua garis yang berada pada standar deviasi tertentu dari garis tengah. Garis tengah ini merupakan moving average. Sehingga bollinger bands memiliki tiga buah garis dan dua bands (atas dan bawah).

Bollinger bands digunakan untuk mengetahui volatilitas suatu harga. Bollinger bands akan melebar saat harga bergerak fluktuatif, sebaliknya akan menyempit bila harga bergerak relatif datar.

Pengunaan indikator Bollinger Bands

Berikut adalah beberapa tips untuk menggunakan bollinger bands:

  1. Harga selalau berada di antara garis atas dan bawah. Jika anda bisa trading di antara range harga ini.
  2. Biasanya harga bergerak dari band yang satu ke band yang lain. Anda bisa menggunakan garis di tengah sebagai patokan. Misalnya harga dari band bawah menembus garis tengah, anda bisa pasang posisi beli. Bila sebaliknya harga dari band atas menembus garis tengah, anda bisa pasang posisi jual.
  3. Bila bollinger bands menyempit, pasar sedang sideways, sebaiknya anda menghindari masuk. Tunggu sampai bollinger bands membuka lebar lagi.
  4. Setelah bollinger bands menyempit cukup lama, ada kemungkinan harga akan bergerak drastis. 
  5. Ketika harga bergerak keluar dari garis atas atau bawah, ada kemungkinan cukup besar pergerakan harga tersebut akan berlanjut.