Register Now

Saturday, November 21, 2020

Mengenal Moving Average Untuk Jurus Trading Saham


Moving Average, atau juga disingkat MA, adalah garis yang didapat dari perhitungan harga sebelum hari ini, yang menghitung pergerakan harga rata-rata dari suatu saham dalam suatu rentang waktu tertentu.

Misalnya dalam rentang 5 hari (1 minggu), 20 hari (1 bulan), 60 hari (3 bulan), maupun 120 hari (6 bulan). Jadi dapat dikatakan Moving Average 60 berarti pergerakan harga 3 bulan ke belakang. 

Semakin раnјаng реrіоdе yang digunakan dalam perhitungan indikator Moving Average, maka pergerakan garis akan makin lаmbаt (lagging) dibandingkan hаrgа. Moving Average berperiode pendek bаkаl lebih “lincah” kеtіmbаng Moving Average berperiode lеbіh tinggi.

Moving Average adalah indikator teknikal yang merata-ratakan harga baik itu harga penutupan maupun pembukaan dan menghubungkannya menjadi sebuah garis. Sebagai indikator, Moving Average bersifat trend-following (mеngіkutі tren) dаn lagging (tertunda) Kаrеnа dіbuаt bеrdаѕаrkаn harga уаng tеlаh terjadi.


Moving Average terbagi menjadi 3:

1. Simple Moving Average (SMA)
SMA dihitung dengan rumus Moving Average dasar, yaitu nilai rata-rata pergerakan harga dalam periode tertentu. SMA merupakan jenis Moving Average paling sederhana dan paling banyak dimanfaatkan oleh trader, khususnya SMA-200 Day.

SMA-200 Day digunakan sebagai acuan tren jangka panjang (primary trend), karena Bounce dan Breakout dari SMA-200 Day dianggap sangat signifikan untuk mengetahui tren harga dan menentukan support atau resistance jangka panjang.

2. Exponential Moving Average (EMA)
Sama seperti SMA, EMA dihitung berdasarkan nilai rata-rata pergerakan harga dalam periode tertentu, tetapi ditambahkan pembobotan (Multiplier) lebih tinggi bagi harga yang lebih baru. Dengan begitu, EMA bisa menghasilkan pembacaan yang ‘lebih halus’ dibandingkan SMA. Indikator EMA lebih populer dibanding SMA, terutama bagi para trader harian yang lebih banyak mengandalkan sinyal trading cepat nan akurat.

3. Weighted Moving Average (WMA)
Selain SMA dan EMA, ada juga WMA. Perhitungan WMA diambil berdasarkan pembagian dari jumlah keseluruhan periode. Misalnya, WMA dengan periode 3 hari artinya: menghitung jumlah seluruh data dibagi jumlah periode. Dibandingkan dengan SMA, WMA lebih sensitif sehingga lebih cepat dalam menghasilkan sinyal. Namun perlu diperhatikan bahwa WMA memiliki lebih banyak Noise. 

Pada prinsipnya, MA sangat membantu trader saham dalam mengambil kesimpulan dan menentukan keputusan dalam waktu yang cepat karena sifatnya yang sederhana dalam penggunaannya dan sangat cocok untuk digunakan dalam melakukan Swing Trading.

Golden Cross adalah pola yang terbentuk dari lintas silang (Cross) antara Moving Average (MA) periode rendah dengan MA yang memiliki periode lebih tinggi dan mengarah ke atas. Golden Cross menandakan bahwa saham yang sedang dipantau akan cenderung naik (bullish), dan lebih cocok digunakan untuk saham dengan volatilitas rendah atau sedang.

Death Cross adalah pola yang terbentuk dari lintas silang (Cross) antara Moving Average (MA) periode rendah dengan MA yang memiliki periode lebih tinggi dan mengarah ke bawah. Death cross menandakan bahwa saham yang sedang dipantau akan cenderung turun (bearish), dan lebih cocok digunakan untuk saham dengan volatilitas rendah atau sedang.

Berikut ini adalah contoh dari Golden Cross dan Death Cross :


Golden cross ditandai dengan MA 20 yang bergerak memotong keatas MA 60, dan MA 60 yang bergerak dibawah MA 20. Begitupun sebaliknya dengan Death Cross.

pembukaan Rekening Saham & Reksadana melalui online opening account (GRATIS)

E : rio.jnugroho18@gmail.com

E : rio.nugroho@miraeasset.co.id

M :
 085218797877
 (WhatApps, Call, Sms)

0 komentar:

Post a Comment