Thursday, July 26, 2018

Tagged under:

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Embun Pagi (Juli 26, 2018)


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Embun Pagi (Juli 26, 2018)
Research Team (research@miraeasset.co.id)

Market comment by Andy Wibowo Gunawan (andy.wibowo@miraeasset.co.id) 
Tadi malam, wall street ditutup lebih tinggi dengan Dow melonjak lebih dari 150 poin ke 25.414. Nasdaq dan S&P meningkatkan masing-masing sebesar 91,5 dan 25 poin menjadi 7.832 dan 2.846. Dari sisi domestik, Gubernur Bank Indonesia memperkirakan bahwa defisit transaksi berjalan Indonesia mencapai USD25 miliar di 2018F dari USD17,53 miliar di 2017. Kami memperkirakan bahwa IHSG akan lebih tinggi untuk hari ini karena penguatan IDR terhadap USD. Hari ini, analis perbankan kami mempublikasikan laporan sektor perbankan dan masih mempertahankan sikap konservatif mereka terhadap industri perbankan Indonesia karena 1) NIM yang masih diperkirakan flat di tengah persaingan yang ketat, 2) cerita pemulihan terbatas (vs 2017), dan 3) prospek permintaan kredit yang lambat untuk disisa tahun 2018.

Foreign net purchase on single stocks (HOTS screen #0141) 
TOP BUY: BBCA, INKP, UNTR, PTBA, ASII
TOP SELL: TLKM, BMRI, MAIN, BUMI, BBNI

Most actively traded stocks (HOTS screen #0102)
TKIM, BBCA, TLKM, BBRI, BMRI

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Equity Movers 
Investment Information Team (saryanto@miraeasset.co.id)

Penjualan rumah baru di 631.000 tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman di bulan Juni, kata Departemen Perdagangan
Hasil Treasury terus menurun setelah penjualan rumah baru

*NIKL +2.2%. Pelat Timah Nusantara rugi US$ 1.50 juta hingga Juni
*AUTO +2.7%. Laba Astra Otoparts naik tipis jadi Rp 205.78 miliar hingga Juni 2018
*ADMF +0.6%. Laba Adira Finance terkerek 28% di semester I-2018
*SAME -0.9%. Sarana Mediatama jamin pinjaman anak usaha
*TLKM -3.2%. EXCL -3.6%.  Telkomsel dan XL Akan Uji Coba Tiga Kelebihan 5G
*BNLI -2.7%. Kredit perdagangan dan komoditas topang kredit modal kerja Bank Permata 

Technical insight by Tasrul (tasrul@miraeasset.co.id) 

*IHSG Daily,5,966(+0.035%), test resistance at 5,966, trading range hari ini 5,894 – 5,966. Indikator MFI optimized dan indikator W%R optimized  masih cenderung naik. Figure 3 pada periode weekly ,indikator MFI optimized, indikator RSI optimized  dan Stochastic %D optimized juga cenderung naik dengan demikian pola kenaikan masih terlihat. Daily resistance terdekat di 5,966 dan support di 5,894. Cut loss level di 5,868.

*ITMG Weekly, 26,350 (+8.88%), trading buy ,trading range 25,450 – 27,800. indikator MFI  optimized relatif flat , indilkato Will%R optimized dan indikator Stochastic%D optimized cenderung naik lebih lanjut. Weekly  support di 24,450 dan weekly resistance di 27,800. Cut loss level di 22,850.

*PTRO Weekly, 1,675 (+8.77%), trading buy, 1,560– 1,770. indikator MFI optimized ,indikator Will %R optimized & Stochastic %D. Daily dan Weekly resistance di 1,750 dan 1,770. Sementara itu ,daily dan weekly support di 1,650 dan 1,560. Cut loss level di 1,420.

*INDY Weekly, 3,320 (+1.22%), trading buy, trading range 3,100 – 3,520. Indikator MFI  optimized ,indikator Will%R optimized akan menguji support trend line dan dan  Stochastic % D optimized optimized masih cenderung naik . Dengan demikian diperkirakan potensi kenaikan secara umum masih terlihat. Perkiraan daily dan weekly resistance di  3,390  dan 3,520.  Daily support dan weekly support di 3,390 dan 3,100.Cut loss level di 3,120.

Daily write up
Banks - Better-than-expected loan demand, but… by Taye Shim (taye.shim@miraeasset.com)

- Kami mempertahankan pandangan konservatif kami pada industri perbankan Indonesia pada tahun 2018 dengan alasan: 1) NIM rata di tengah persaingan yang ketat, 2) pemulihan aset terbatas, dan 3) prospek permintaan kredit yang lambat untuk 2H18.

- Pada bulan Mei, tingkat pertumbuhan kredit (+10.3% YoY) jauh lebih tinggi dari ekspektasi kami atau tren historis. Lonjakan pada bulan Mei didorong oleh pinjaman korporasi (+2.7% MoM).

- Meskipun permintaan kredit berarti, kami mempertahankan recomendasi netral kami. Bank Central Asia (BBCA/Trading Buy/IDR26,400) dan Bank Negara Indonesia (BBNI/Buy/IDR9,470) adalah pilihan yang kami sukai.
(Lihat laporan lengkap di: https://goo.gl/meywcN) 
 
Flash Focus 
MNCN’s 2Q18 earnings flash review by Christine Natasya (natasya@miraeasset.co.id) 
(Jul 25, 2018)

-MNCN just announced its 2Q18 headline review in a press release, reporting revenue of IDR2.08tr (+3.5% YoY, +30.3% QoQ; vs. IDR2tr in 2Q17 and IDR1.6tr in 1Q18). 2Q18 top line was in line with expectations, with cumulative 1H18 revenue achieving a run rate of 50% against both our full-year forecast and the full-year consensus.

-Net profit came in at IDR362.4bn (+1.8% YoY, +32.3% QoQ), bringing 1H18 bottom line to just 40% of the full-year estimates. We believe the lower-than-expected net profit stemmed from non-cash expenses such as depreciation and F/X losses. Indeed, MNCN’s EBITDA margin improved to 42% in 1H18 from 40.6% in 1H17.

-Furthermore, according to the press release, excluding the non-cash expense from F/X adjustments, MNCN’s net profit would have been IDR931bn. As of 1Q18, MNCN has USD250mn long-term debt, equivalent to 83% of the company’s total interest-bearing liabilities (IDR4.3tr). We think F/X losses could worsen further in 3Q18 if the rupiah keeps depreciating.

-On a brighter note, MNCN’s gross margin improved to 60.4% in 2Q18 (vs. 58.6% in 1Q18 and 58.8% in 2Q17), supporting operating profit performance. MNCN’s current stock price looks attractive, despite the moderate headlines. MNCN will release its full-year financial statement by the end of the month. We will further revise our forecast after the official 1H18 release.
(Please see: https://goo.gl/jKsjLR)

<Market headlines>

ESDM akan melakukan lelang untuk dua wilayah konsesi nikel (Investor Daily)
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia (ESDM) akan melakukan lelang untuk dua wilayah konsesi nikel yang terletak di Sulawesi Tenggara. Wilayah konsesi nikel tersebut memiliki luas sebesar 9.047 hektar.

Pemerintah Indonesia sedang meninjau implementasi mandat bauran biodiesel B30 (Investor Daily)
Pemerintah Indonesia sedang meninjau pelaksanaan mandat bauran biodiesel B30 untuk tahun ini dari target awal di 2020F. Review ini dikarenakan banyaknya keluhan dari konsumen.



0 komentar:

Post a Comment