SalesAt PT Mirae Asset Sekuritas
Rio Juli Nugroho, SE
Email : rio.nugroho@miraeasset.co.id
Mobile : +62812 1879 7877
Pembukaan Rekening Saham
Chat WhatsApp

ROAD MAP IHSG BEDASARKAN SUPPORT RESISTEN DAN TREND LINE 01/12/2020

 


*ROAD MAP IHSG BEDASARKAN SUPPORT RESISTEN DAN TREND LINE

-last IHSG 5724

-RESISTEN TREND LINE AREA 6000 (area ini bisa dibilang major trend/trend utama)

-WEEKLY RESITEN AREA 5800

-SUPPORT TREND LINE 5450 (SECONDARY atau bagian dari major trend yang time frame nya lebih pendek )

Bedasarkan kondisi diatas IHSG akan cenderung sideways area 5724 atau cenderung turun menuju area 5450, karena ada resisten 5800 yang sangat kuat,  kecil kemungkinan untuk cepat menembus ,normalnya harus ada koreksi atau penurunan terlebih dahulu untuk ancang2 menembus level 5800. kawal terus & perhatikan titik2 support resistant diatas.

sebaiknya tunggu area support untuk memulai akumulasi buy kembali dan lebih hati2/hindari saham yang market capital nya besar (beta terhadap IHSG nya besar), karena di saat ihsg koreksi saham yang memiliki beta besar akan mengikuti penurunnya.

semoga bermanfaat dan silakan analisa ulang.

#discalaimerOn 

#analisaku.com

Mengenal Moving Average Untuk Jurus Trading Saham


Moving Average, atau juga disingkat MA, adalah garis yang didapat dari perhitungan harga sebelum hari ini, yang menghitung pergerakan harga rata-rata dari suatu saham dalam suatu rentang waktu tertentu.

Misalnya dalam rentang 5 hari (1 minggu), 20 hari (1 bulan), 60 hari (3 bulan), maupun 120 hari (6 bulan). Jadi dapat dikatakan Moving Average 60 berarti pergerakan harga 3 bulan ke belakang. 

Semakin раnјаng реrіоdе yang digunakan dalam perhitungan indikator Moving Average, maka pergerakan garis akan makin lаmbаt (lagging) dibandingkan hаrgа. Moving Average berperiode pendek bаkаl lebih “lincah” kеtіmbаng Moving Average berperiode lеbіh tinggi.

Moving Average adalah indikator teknikal yang merata-ratakan harga baik itu harga penutupan maupun pembukaan dan menghubungkannya menjadi sebuah garis. Sebagai indikator, Moving Average bersifat trend-following (mеngіkutі tren) dаn lagging (tertunda) Kаrеnа dіbuаt bеrdаѕаrkаn harga уаng tеlаh terjadi.


Moving Average terbagi menjadi 3:

1. Simple Moving Average (SMA)
SMA dihitung dengan rumus Moving Average dasar, yaitu nilai rata-rata pergerakan harga dalam periode tertentu. SMA merupakan jenis Moving Average paling sederhana dan paling banyak dimanfaatkan oleh trader, khususnya SMA-200 Day.

SMA-200 Day digunakan sebagai acuan tren jangka panjang (primary trend), karena Bounce dan Breakout dari SMA-200 Day dianggap sangat signifikan untuk mengetahui tren harga dan menentukan support atau resistance jangka panjang.

2. Exponential Moving Average (EMA)
Sama seperti SMA, EMA dihitung berdasarkan nilai rata-rata pergerakan harga dalam periode tertentu, tetapi ditambahkan pembobotan (Multiplier) lebih tinggi bagi harga yang lebih baru. Dengan begitu, EMA bisa menghasilkan pembacaan yang ‘lebih halus’ dibandingkan SMA. Indikator EMA lebih populer dibanding SMA, terutama bagi para trader harian yang lebih banyak mengandalkan sinyal trading cepat nan akurat.

3. Weighted Moving Average (WMA)
Selain SMA dan EMA, ada juga WMA. Perhitungan WMA diambil berdasarkan pembagian dari jumlah keseluruhan periode. Misalnya, WMA dengan periode 3 hari artinya: menghitung jumlah seluruh data dibagi jumlah periode. Dibandingkan dengan SMA, WMA lebih sensitif sehingga lebih cepat dalam menghasilkan sinyal. Namun perlu diperhatikan bahwa WMA memiliki lebih banyak Noise. 

Pada prinsipnya, MA sangat membantu trader saham dalam mengambil kesimpulan dan menentukan keputusan dalam waktu yang cepat karena sifatnya yang sederhana dalam penggunaannya dan sangat cocok untuk digunakan dalam melakukan Swing Trading.

Golden Cross adalah pola yang terbentuk dari lintas silang (Cross) antara Moving Average (MA) periode rendah dengan MA yang memiliki periode lebih tinggi dan mengarah ke atas. Golden Cross menandakan bahwa saham yang sedang dipantau akan cenderung naik (bullish), dan lebih cocok digunakan untuk saham dengan volatilitas rendah atau sedang.

Death Cross adalah pola yang terbentuk dari lintas silang (Cross) antara Moving Average (MA) periode rendah dengan MA yang memiliki periode lebih tinggi dan mengarah ke bawah. Death cross menandakan bahwa saham yang sedang dipantau akan cenderung turun (bearish), dan lebih cocok digunakan untuk saham dengan volatilitas rendah atau sedang.

Berikut ini adalah contoh dari Golden Cross dan Death Cross :


Golden cross ditandai dengan MA 20 yang bergerak memotong keatas MA 60, dan MA 60 yang bergerak dibawah MA 20. Begitupun sebaliknya dengan Death Cross.

pembukaan Rekening Saham & Reksadana melalui online opening account (GRATIS)

Mengenal Sektor Saham BEI - Sektor Pertambangan


Sektor Pertambangan

Sektor pertambangan meliputi batu bara, minyak dan gas bumi, logam dan mineral, serta batu-batuan. 
Pada sektor pertambangan faktor yang paling berpengaruh terhadap emiten adalah :

1. Harga Komoditi

Harga komoditi dapat di pengaruhi terutama karena berkurangnya suplai dan meningkatnya permintaan. Kenaikan harga komoditi tentunya berimbas pada pendapatan emiten menjadi positif dan penurunan harga komoditi berimbas pada menurunnya pendapatan emiten.

2. Nilai Tukar Mata Uang

Beberapa emiten pertambangan biasanya melakukan aktivitas ekspor untuk melakukan transaksi (penjualan produk tambang). Emiten pertambangan di Indonesia yang melakukan ekspor, bertransaksi dengan menggunakan mata uang US Dollar, sehingga jika terjadi fluktuas terhadap mata uang bisa menjadi peluang menambah pendapatan mereka.

3. Subsektor dan Contoh Sahamnya

Pertambangan Batu Bara (23 Perusahaan)

ADRO     ARII    ATPK    BORN    BOSS    BSSR    BUMI    BYAN    DEWA    DOID

FIRE      GEMS    GTBO    HRUM    ITMG    KKGI    MBAP    MYOH    PKPK

PTBA     PTRO    SMMT    TOBA

Pertambangan Minyak dan Gas Bumi (9 Perusahaan)

APEX    ARTI    BIPI    ELSA    ENRG    ELSA    MEDC    RUIS    SURE

Pertambangan Logam dan Mineral lainnya (10 Perusahaan)

ANTM    CITA     CKRA     DKFT     INCO     MDKA    PSAB     SMRU     TINS     ZINC

Pertambangan Batu-batuan (2 Perusahaan)

CTTH     MITI

Sektor lainnya, Kita akan bahas di artikel selanjutnya... tunggu yahhh → NEXT

Ikuti Seminar pendidikan investasi Mirae Asset Sekuritas Indonesia hanya dengan membuka rekening saham/reksadana Mirae Asset Sekuritas Indonesia (gratis), Mari berinvestasi !!!


Mengenal Sektor Saham di Bursa Efek Indonesia - Keuangan

Sektor Keuangan

Dalam perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, perusahaan yang listing tentunya mempunyai jenis dan klasifikasi bisnisnya tersendiri. Pengelompokan sektoral di busra efek indonesia membuat para trader maupun investor dapat dengan mudah menentukan saham-saham di sektor apa yang berpotensi, dengan demikian mempermudah investor dalam menentukan keputusan investasi. (pada sektor dan perusahaan apakah yang harus mereka trading dan investasikan)

Dalam perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, perusahaan tersebut akan dikategorikan menjadi 9 sektor sesuai dengan lini bisnisnya diantaranya :

1. Sektor keuangan meliputi asuransi, lembaga pembiayaan, perbankan, perusahaan efek dan lainnya.
Pada sektor keuangan faktor yang paling berpengaruh terhadap emiten adalah :

a. Suku bunga

Kenaikan ataupun penurunan suku bunga akan berpengaruh terhadap emiten sektor keuangan karena terkait dengan daya beli dan nilai uang. Contohnya untuk perbankan, jika suku bunga naik maka nasabah yang akan melakukan kredit perumahan atau kendaraan atau modal kerja akan bertambah besar biaya (cicilan) yang mereka keluarkan. Tentu jika trend suku bunga naik maka biaya (cost) perusahaan / individu akan naik karena bunga yang harus di bayarkan ke lembaga keuangan akan bertambah besar

b. Nilai
Tukar Mata Uang

Perubahan nilai mata uang dapat terjadi karena beberapa hal, seperti keadaan ekonomi suatu negara, dimana jika terjadi penurunan pertumbuhan ekonomi maka bisa berimbas penurunan nilai dari mata uang tersebut. Hal ini dikarenakan adanya capital outflow (dana keluar) investor asing. Imbas dari fluktuasi nilai mata uang terhadap sektor keuangan bisa dikaitkan dengan suku bunga, karena kebijakan menjaga nilai tukar adalah tugas Bank Indonesia sehingga pelemahan Rupiah bisa di respon dengan menaikkan suku bunga. Pelemahan nilai mata uang dapat membuat nilai sebuah barang naik sehingga bisa memicu kenaikan harga (inflasi). Kenaikan inflasi yang signifikan juga dapat dikaitkan dengan terjadinya kenaikan suku bunga sebagai bentuk sebab akibat.

c. Subsektor dan Contohnya

Asuransi 
ABDA  AHAP  AMAG  ASBI  ASDM  ASJT  ASMI  ASRM  JMAS   LPGI MREI   MTWI   PNIN  TUGU   VINS

Lembaga Pembiayaan 
ADMF  BBLD   BFIN   BPFI   CFIN  DEFI  FINN   HDFA   IBFN  IMJS
MFIN   MGNA  POLA  TIFA  TRUS  VRNA  WOMF

Perbankan 
AGRO  AGRS  ARTO  BABP  BACA  BBCA  BBHI  BBKP   BBMD  BBNI 
BBRI  BBTN  BDMN    BEKS  BGTG  BINA  BJBR  BJTM   BKSW  BMAS
BMRI  BNBA  BNGA  BNII  BNLI  BRIS  BSIM  BSWD  BTPN  BTPS
BVIC  DNAR  INPC  MAYA  MCOR  MEGA   NAGA  NISP  NOBU    PNBN
PNBS  SDRA

Perusahaan Efek 
AKSI   HADE   KREN  OCAP   PADI   PANS   PEGE   RELI   TRIM   YULE

Lainnya

APIC   ARTA   BCAP   BPII   CASA   GSMF   LPPS   MTFN   PNLF   SMMA VICO

Sektor lainnya, Kita akan bahas di artikel selanjutnya... tunggu yahhh → NEXT


Ikuti Seminar pendidikan investasi Mirae Asset Sekuritas Indonesia hanya dengan membuka rekening saham/reksadana Mirae Asset Sekuritas Indonesia (gratis), Mari berinvestasi !!!

Pengertian dan Trik memanfaatkan Candlestick


 

Klik full View untuk melihat PPT diatas ☝

candlestick


Pengertian dan Devinisi Candlestick

Candlestick adalah sebuah metode untuk memetakan dan membaca pergerakan harga saham, komoditas dan forex. Teknik ini termasuk dalam kelompok analisis teknikal dan merupakan teknik tertua yang diciptakan oleh Munehisa Homma (Jepang, 1724-1803).

Cara membaca Candlestick
Cara membaca candlestick sangatlah mudah daripada kita membaca harga melaui bar chart dan line chart. Candlestick berwarna hijau adalah Candle bullish (naik), Sedangkan Candlestick berwarna merah adalah Candle Bearish (turun).

Perhatikan bahwa pada candlestick itu ada yang disebut real body atau badan, yaitu selisih antara harga open dan harga close, dan juga shadow (bayangan/ekor), yaitu selisih antara High/Low dan Open/Close. Panjang body dan shadow dalam analisis teknikal menggunakan Candlestick memiliki peranan yang sangat penting. Semakin panjang body dapat diartikan semakin jelas arah pasar yang terlihat melalui batang candlestick. Semakin panjang shadow menunjukan semakin besar tekanan balik yang diberikan pasar atas trend yang tebentuk saat ini.

Berdasarkan pengalaman, Candlestick menawarkan informasi yang paling lengkap akan sebuah kondisi di bursa saham dan banyak orang yang sependapat sehingga Candlestick sangat populer. Candlestick tidak hanya memberikan informasi tren yang sedang berlangsung tapi juga menginformasikan kapan pembalikan tren (reversal) akan terjadi. Ini sangat penting karena hasil yang kita peroleh akan maksimal jika kita memanfaatkan titik-titik pembalikan arah ini.  Satu hal yang juga penting adalah rentang waktu (time frame). Rentang waktu inilah yang menghasilkan Candlestick jam-an, harian, mingguan, bulanan, dan sebagainya yang dapat digunakan sesuai kebutuhan kita.

Dalam hal ini, kita dapat memperoleh Candlestick sesuai dengan rentang waktu yang dibutuhkan. Misalnya, kita adalah trader harian maka otomatis yang kita butuhkan adalah Candlestick harian, begitu juga dengan trader mingguan, dst.  Kemudahaan ini akan membantu kita untuk menganalisa kondisi pergerakan harga dengan cepat. Bahkan, jika sudah berpengalaman, kita dapat menentukan apakah saatnya membeli, menjual, diam saja, atau menahan saham hanya dengan sekilas melihat saja. Tentu hal ini akan sangat menghemat waktu kita dalam menganalisa pergerakan sebuah harga saham ? betul /tidak...mantul kan hhe  



Sebagai contoh, kita dapat mengetahui suasana kebatinan (psikologi) pasar dalam sekejap hanya dengan melihat sebuah Candlestick yang telah terbentuk dalam rentang waktu tertentu. Misalnya jika Candlestick berbentuk sebuah low upper shadow yang sangat panjang, ini berarti sebagian besar para trader sedang ketakutan sehingga punya kecenderungan untuk menjual saham yang dipunyainya dalam harga berapapun. Dalam suasana yang penuh ketakutan tersebut maka dapat diprediksi harga akan terus bergerak turun hingga pada akhirnya, para trader tersebut sudah tidak punya saham lagi. Dalam hal ini berarti kita juga harus melepas saham (jika memilikinya) atau jangan membeli saham terlebih dahulu sampai semua saham telah dilepas. Sebuah cara sederhana untuk membeli dan menjual saham kan? Itulah contoh singkat apa yang kita bisa manfaatkan dari sebuah Candlestick.

Masih penasaran yaaa....heheheee
Kita akan bahas di artikel selanjutnya... tunggu yahhh
Diberdayakan oleh Blogger.

PT. MIRAE ASSET SEKURITAS OE FATMAWATI

Jl. RS. Fatmawati Raya No.1, Jakarta Selatan
+62852 1879 7877
Senin - Jumat (08.00 - 16.00)
© analisaku.com All Rights Reserved