Showing posts with label Pengetahuan Dasar. Show all posts
Showing posts with label Pengetahuan Dasar. Show all posts

Sunday, January 28, 2018

Tagged under: , ,

Dasar Analisa Teknikal Saham


Teknikal analysis adalah suatu metode pengevaluasian saham, komoditas ataupun sekuritas lainnya denagan cara menganalisa statistik yang dihasilkan oleh aktifitas pasar di masa lampau guna memprediksikan pergerakan harga saham dimasa mendatang.

Para analis yang melakukan riset dengan menggunakan data-data teknikal ini disebut teknikal analysis atau sering juga disebut technicalist/chartist. Para techicalist tidak menggunakan data-data  ekonomi untuk mengukur nilai yang sebernanya (intrintic value) dari suatu saham  seperti yang dilakukan oleh fundamentalist tapi menggunakan grafik (chart) yang merekam pergerakan harga dan jumlah transaksi (volume) untuk mengidentifikasi pola pergerakan harga yang terjadi di pasar.

Supaya mudah dimengerti , perbedaan fundamentalist dengan technicalist dapat diibaratkan seperti orang yang sedang berbelanja di mall. Para fundamentalist pergi ke setiap toko yang berada didalam mall,mempelajari nilai barangnya (intristic value) ,baru mengambil keputusan untuk membeli. Sedangkan technicalist duduk dan memperhatikan orang-orang yang keluar masuk serta berbelanja di toko-toko tersebut , baru kemudian mengambil keputusan bedasarkan hal itu tanpa mengukur nilai intrinsiknya sendiri.

Ada tiga pemikiran yang menjadi dasar technical analysis :

1. pergerakan harga yang telah terjadi dipasar telah mewakili semua faktor lain (market action dicounts everything )

2. terdapat suatu pola kecenderungan dalam pergerakan harga (price move in trends)

3. sejarah akan terulang (histori repeats itself)

Pernyataan pada poin satu pergerakan harga yang telah terjadi dipasar telah mewakili semua faktor lain (market action dicounts everything ) mungkin merupakan poin terpenting dan menjadi dasar utama pemikiran dalam  technical analysis. Bila poin ini tidak dipahami secara mendalam,maka penjelasan dalam studi technical analysis menjadi sulit diterima atau dimengerti.

Para technicalist meyakini bahwa segala sesuatu yang bisa mempengaruhi harga saham baik dari segi fundamental ,poitik, maupun factor lainnya secara psikologis telah tercermin pada pergerakan harga yang terjadi dipasar. Hal ini dikarenakan hukum penawaran dan permintaan (supply & demand ) yang membentuknya . dari dasar hukum ekonomi ini para technicalist menyimpulkan bahwa jika harga naik , apapun alasan dibalik kenaikan harga tersebut , demaind pasti lebih besar dari pada supply dan dari sisi fundamental mestinya bullish.

Sebaliknya jika harga turun , supply pasti lebih besar dari pada demand dan dari sisi fundamental menstinya bearish.Jadi grafik (charts) itu sendiri tidaklah menyebabkan harga naik ataupun turun ,namun merupakan cerminan psikologi dari para pelaku pasar itu sendiri. Chart dapat di ibaratkan seperti sebuah foto . dari gambar yang terpotret dari sebuah foto ,kita dapat memperkirakan apakah orang tersebut sedang sehat ataupun sakit ,bahagia atau sedih dan lain sebagainnya.

Bullish dan bearish adalah istilah dalam bahasa inggis yang digunakan untuk melambangkan situasi pasar. Bull artinya banteng , seperti ciri banteng yang suka mengayunkan tanduk keatas , melambangkan optimisme para pelaku dalam kondisi pasar yang harganya sedang naik. Bearish berasal dari kata bear, seperti ciri beruang yang suka mengayunkan cakarnya kebawah , melambangkan pesimisme para pelaku dalam kondisi pasar yang harganya sedang  turun.

Telgram Channel :
@analisakucom
t.me/analisakucom


Seminar pendidikan investasi kami dengan membuka/mendaftar rekening saham Mirae Asset Sekuritas Indonesia (gratis), Mari berinvestasi !!!

Tagged under: , , ,

Langkah Awal Memulai Investasi

Mengetahui resiko dan tujuan investasi adalah langkah awal sebuah investasi yang sukses, termasuk untuk saham. Melihat harga saham naik dan turun bisa jadi menakutkan, terutama bagi pemula. Hal inilah yang sering membuat orang takut berinvestasi saham – investasi saham sering dianggap agresif dan beresiko tinggi.  (baca juga : investor VS spekulator)

Ungkapan dari salah seorang investor dan jutawan Amerika, Warren Buffett, “Resiko datang dari ketidakpahaman tentang apa yang Anda lakukan."Semakin Anda mengerti tentang pasar modal dan bagaimana cara kerjanya, semakin nyaman Anda berinvestasi di dalamnya." (baca juga : 8 tips dari warren buffet)

Sering muncul pertanyaan seperti ini !

Apa sih saham itu? Apa sih untungnya? 


Apa perlu Berinvestasi Saham ?


Bagaimana sih cara investasinya dan membuka rekening saham?


Cara membelinya gimana sih ?


Kok gak yakin ya, Bagaimana sih mekanismenya?


Kenapa kita harus investasi?

Untuk investor pemula pasar modal, tak perlu ragu dan khawatir bila berinvestasi di pasar modal Indonesia.lihat  saja daya tarik asing terhadap pasar modal Indonesia. Aksi beli saham-saham di Indonesia oleh investor asing semakin semarak pada tahun ini. Masih tetap takut dengan resiko, resiko ? kita dapat minimalisir dengan berinvestasi pada saham-saham blue chip.

Blue chip adalah perusahaan besar yang memiliki pendapatan stabil, liabilitas dalam jumlah yang tidak terlalu banyak dan tentunya risiko bakal lebih kecil. Saham blue chip memiliki kapitalisasi pasar besar dan selalu menjadi motor penggerak indeks harga saham gabungan (IHSG).Saham bluechip di pasar modal Indonesia bisa menjadi pilihan aman bagi investor awam. PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP), PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP), PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF), PT Jasa Marga Tbk. (JSMR), PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI) dan PT Gudang Garam Tbk. (GGRRM) Masih ga percaya,return investasi di saham lebih tinggi ketimbang deposito.? (baca juga menabung vs investasi?)

Telgram Channel :
@analisakucom
t.me/analisakucom


Seminar pendidikan investasi kami dengan membuka/mendaftar rekening saham Mirae Asset Sekuritas Indonesia (gratis), Mari berinvestasi !!!